Blog Image

Blog

Potret Pemuda Generasi Emas

December 10, 2018
/
Learn Islam
Potret Pemuda Generasi Emas image

Catatan oleh: Muhammad Aulia Tri Munandar,ST

Sepanjang peradaban manusia, kita tahu bahwa pemuda adalah sosok pelopor dalam segala hal. Berbagai perubahan yang terjadi di setiap bangsa, pemuda adalah penggeraknya. Dibalik setiap transformasi sosial, motor utamanya tak lain adalah pemuda. Ibarat sang surya, maka pemuda bagaikan sinar matahari yang berada pada tengah hari dengan terik panas yang menyengat.

Bahkan bukan hal yang aneh jika dakwah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam dipunggawai oleh para pemuda yang memiliki andil dan peran yang sangat besar dalam menyebarkan agama Islam.

Kondisi Pemuda Islam Hari Ini

Di zaman sekarang, para pemuda lebih senang menghabiskan waktu luang mereka dengan mengujungi tempat-tempat hiburan seperti Game Center, menonton konser, mendatangi tempat-tempat perbelanjaan untuk menjadi korban fashion, nongkrong berjam-jam di cafe, sampai mungkin ke diskotik. Padahal jika dilihat dari sisi ekonomi, pergi ke tempat seperti itu mengeluarkan biaya yang tidak sedikit, dan selaras dengan kebermanfaatannya. Bahkan mungkin membawa bencana.

Bandingkan jika tempat-tempat tersebut dapat tergantikan dengan sebuah tempat ibadah bernama masjid. Untuk pergi ke masjid, kita tidak perlu susah mengeluarkan uang. Kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan pun bermanfaat, berpahala pula. Namun, lagi-lagi kita malah merasa enggan dan berat hati untuk melangkah ke pelataran rumah-Nya.

Kita tanya pada remaja, “Apa agamamu?” Maka jawaban yang akan kita temui adalah “Saya Muslim.” Pertanyaan lebih mendalam, mereka mengaku tidak tahu mengenai; Sirah Nabinya, Sahabatnya. Masih ingat semasa Sekolah Dasar dulu? Kita adalah murid yang mempelajari Sejarah Kebudayaan Islam. Tapi, saat sudah dewasa, seakan amnesia atas jawaban dari “Siapa sih Abu Bakar itu?” Jika sekelas sahabat terdekat Nabi saja tidak bisa menjawab, bagaimana jika ditanya tentang pengetahuan Islam yang lain?

Bahkan banyak remaja tiap pergatian “Tahun Baru” selalu dirayakan dengan suka cita, meniup trompet, parahnya mereka berkumpul untuk lomba balapan liar yang jelas mengganggu ketentraman masyarakat. “Tahun Baru” yang nyatanya bukanlah tahun Islam baik dari historis maupun dari pandangan umum, tapi malah menjadi ikon yang tidak bisa dilepaskan dari tren remaja itu sendiri.

Bandingkan dengan tanggal 1 Muharram Hijriyah. Apakah peduli pada hari pertama untuk awalan perubahan tatanan masyarakat, dari yang belum mengenal Islam menjadi cinta Allah? Pada hari pertama Rasulullah hijrah dari Makkah ke Madinah.

Lantas, tidakkah kita gelisah melihat hal demikian?

Torehan Prestasi Pemuda Era Rasulullah

Dalam pentas sejarah Islam, dengan mudah kita mendapati pemuda-pemuda yang namanya terukir dengan tinta emas. Mereka layak menjadi uswah (teladan) bagi pemuda generasi sekarang. Panutan yang nyata bagi pemuda masa kini yang sedang kehilangan tokoh idola positif. Inilah beberapa contoh pemuda Islam di zaman salafus sholeh.

  • Mu’adz bin Amr bin Jamuh, 13 tahun dan Mu’awwidz bin ‘Afra, 14 tahun. Membunuh Abu Jahal, jenderal kaum musyrikin pada perang Badar.
  • Zaid bin Tsabit, 13 tahun. Dalam 17 malam mampu menguasai bahasa Suryani sehingga menjadi penterjemah sabda Rasulullah. Hafal kitabullah dan ikut serta dalam kodifikasi (pembukuan) Al Qur’an.
  • Zubair bin Awwam, 15 tahun. Pertama kali menghunuskan pedang di jalan Allah. Diakui oleh Rasulullah sebagai hawarinya (pengikut setia).
  • Thalhah bin Ubaidillah, 16 tahun. Orang Arab yang paling mulia. Berbaiat untuk mati demi Rasulullah pada Perang Uhud dan menjadikan dirinya sebagai tameng Nabi.
  • Al-Arqam bin Abil Arqam, 16 tahun. Menjadikan rumahnya sebagai markas dakwah Rasulullah selama 13 tahun berturut-turut.
  • Sa’d bin Abi Waqqash, 17 tahun. Pertama kali melontarkan anak panah di jalan Allah. Termasuk dari enam orang ahlus syuro (orang-orang yang dipercaya untuk diajak bermusyawarah).
  • Muhammad Al Qasim, 17 tahun. Menaklukkan India sebagai seorang jenderal agung pada masanya.
  • Usamah bin Zaid, 18 tahun. Memimpin pasukan yang anggotanya adalah para pembesar sahabat seperti Abu Bakar dan Umar untuk menghadapi pasukan terbesar dan terkuat di masa itu.
  • Atab bin Usaid. Diangkat oleh Rasulullah sebagai gubernur Makkah pada umur 18 tahun.
  • Abdurrahman An-Nashir, 21 tahun. Pada masanya kepemimpinannya, Andalusia mencapai puncak keemasan. Ia mampu melerai berbagai pertikaian, dan membuat kebangkitan sains yang tiada duanya.
  • Muhammad Al-Fatih, 22 tahun. Menaklukkan Konstantinopel, ibu kota Byzantium pada saat para jenderal agung merasa putus asa.

Mari Kita Buktikan, Kawan!                              

Lalu, jika mereka pada usia seperti itu saja telah berhasil mempersembahkan karya yang luar biasa. Bahkan nyawa dipersembahkannya untuk membela Islam sehingga memperoleh syahid di jalan- Nya. Maka bagaimanakah kita? Apa yang telah kita persembahkan bagi keluarga, negara dan agama ini?

dari telah membeli
sekitar lalu