Blog Image

Blog

Rindunya Bumi Akan Orang Berilmu

April 3, 2017
/
Learn Islam
Rindunya Bumi Akan Orang Berilmu image

Ilmu adalah hal terpokok dalam kehidupan manusia. Sepanjang hampir lima belas abad peradaban Islam, selalu diawali dengan perintah untuk menuntut ilmu. Sebagaimana yang terdapat dalam Al-Qur’an Surah Al-‘Alaq, ayat 1-5, “Bacalah! Dengan nama Tuhanmu yang telah mencipta. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Mahamulia. Yang mengajar (manusia) dengan pena. Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya.”

Sebuah perintah yang lahir sebagai jawaban atas perenungan mendalam Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam terhadap kerusakan yang terjadi disekitar beliau. Kerusakan yang bukan hanya terjadi di Makkah, namun hampir diseluruh lapisan bumi, seperti Romawi serta Persia. Kerusakan yang tak lain disebabkan karena mereka belum bertauhid kepada agama Allah Subhanahu Wata’ala.

Rusaknya Pondasi Ilmu Tanda Bangunan Akan Roboh

Lima ayat pertama Surah Al-Alaq adalah pondasi dan barometer dalam menilai kebangkitan ummat. Baromater majunya suatu peradaban yang telah terbukti menjadikan bangsa yang dahulu sangat jahiliyah menjadi generasi yang cinta Tuhannya. Mengubah generasi yang tadinya bodoh dan malas, menjadi generasi yang rajin membaca dan menulis. Sampai pada masa pasca Rasulullah wafat, Islam dengan panduan lima ayat tersebut berhasil menguasai 2/3 bumi. Sungguh, betapa dahsyatnya pondasi yang Allah berikan kepada ummat Rasulullah untuk membangun sebuah imperium besar yang kokoh hingga akhir zaman nanti.

Bagaimanapun, untuk mendirikan bangunan megah maka harus ditopang dengan desain perencanaan pondasi yang kuat dan stabil. Pondasi tentang bagaimana mengawali kebesaran Islam dengan panduan ilmu agama. Jika pondasi ilmu agama tersebut telah rusak maka itu menjadi pertanda bahwa kita sedang dalam fase membuang waktu. Karena dengan begitu, sejatinya kita sedang membangun bangunan yang pasti akan roboh suatu saat nanti.

Potret Saat Orang Berilmu Memimpin Bumi

Sejenak kita bergerak mundur saat Islam berada di zaman kejayaan dan saat bumi ini dipimpin oleh mereka yang berilmu. Orang-orang yang dia semakin berilmu dia menjadi takut kepada Tuhannya. Hal tersebut terdapat dalam Al-Qur’an Surah Fatir ayat 28, “Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya adalah orang-orang berilmu.”

Sebuah kisah tentang sultan terbesar di Dinasti Turki Utsmani yakni Sulaiman al-Qonuni. Sulaiman al-Qonuni dilahirkan di kota Trabzun. Saat itu ayahnya sedang menjadi Gubernur di wilayah tersebut. Sulaiman ini tipikalnya bukan orang yang terburu-buru dalam semua tindakan dan mengambil keputusan. Bila telah mengambil keputusan, maka beliau tidak akan pernah menarik keputusan yang sudah diambil (Ali Muhammad ash-Shalabi, hal 261). Ia adalah orang yang berilmu dizamannya terbukti dalam betapa takutnya beliau akan larangan-larangan Allah.

Potret seorang pemimpin yang takut akan larangan Allah datang dari kisah Sulaiman al-Qonuni. Ia adalah sultan terbesar di Dinasti Turki Utsmani. Ia bukan tipikal orang yang terburu-buru dalam bertindak dan mengambil keputusan. Ia pun tidak akan pernah menarik keputusan yang sudah diambil (Ali Muhammad ash-Shalabi, hal 261). Suatu hari, ia mendengar bahwa di Perancis, masyarakatnya menciptakan dansa antara para laki-laki dan kaum perempuan.

Mengetahui adanya perbuatan tersebut di bumi Allah maka Sulaiman pun mengirim surat kepada raja Perancis yang isi suratnya sebagai berikut,"Telah sampai padaku berita bahwa kalian membuat dansa mesum antara laki-laki dan perempuan. Jika suratku ini telah sampai padamu, pilihannya: kalian hentikan sendiri perbuatan mesum itu atau aku datang kepada kalian dan aku hancurkan negeri kalian.”Setelah Sulaiman al-Qonuni mengirim surat itu, dansa di Perancis berhenti selama 100 tahun.

Membangunkan Kembali Singa yang Tertidur

Kisah Sulaiman al-Qonuni adalah satu dari ratusan potret kehidupan saat keadaan suatu ummat dipenuhi oleh banyaknya orang-orang berilmu. Orang berilmu yang dia menjadikan ilmunya dalam rangka menjalankan amar maruf nahi munkar di tempat dimana ia berpijak. Lalu, yang menjadi pertanyaan adalah bagaimana cara agar ummat kembali untuk menjadikan ilmu sebagai dasar dalam setiap tindakannya. Kembali untuk melaksanakan kembali lima ayat Surah Al-Alaq tersebut. Layaknya membangunkan singa yang sedang tertidur karena tidak berilmu. Maka tugas kitalah sebagai generasi penerus risalah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam untuk bertekat mendalami agama Islam dan takut kepada Allah. Sebagaimana hadits riwayat Abu Dawud, “… Maka Allah akan menimpakan kehinaan kepada kalian. Dan tidak akan dicabut kehinaan tersebut hingga kalian kembali kepada agama kalian.Wallahu a'lam bishawab.

dari telah membeli
sekitar lalu